Eurovision Song Contest: The Story of Fire Saga. Komedi Musik yang Lumayan Menghibur oleh - sukanonton.uno

Halo sahabat selamat datang di website sukanonton.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Eurovision Song Contest: The Story of Fire Saga. Komedi Musik yang Lumayan Menghibur oleh - sukanonton.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pasca kegagalan Holmes & Watson, Will Ferrell sepertinya memutuskan kembali ke jalur komedinya lewat Eurovision Song Contest: The Story of Fire Saga. Bagi yang mengikuti perkembangan Will Ferrell pasti sudah tidak asing dengan formula yang akan ditampilkannya dalam film terbarunya ini.

Hal ini dikarenakan, Ferrell bisa dikatakan adalah aktor komedi spesialisasi profesi dengan deretan daftar film yang menyuguhkan patron semacam ini. Setelah tampil sebagai pembawa acara televisi, pebalap NASCAR, model catwalk, pemain sepakbola, atlet ice skating dan juga pemain basket, kali ini di Eurovision Song Contest: The Story of Fire Saga giliran bidang tarik suara yang diketengahkannya. Film ini merupakan ajang reuninya dengan sineas David Dobkin dan Rachel McAdams pasca Wedding Crashers.

 

 

Di sebuah kota kecil di Islandia, seorang bocah bernama Lars Erikssong (Ferrell) yang terinspirasi oleh grup musik ABBA bercita-cita untuk menjadi musisi dan  pemenang ajang Eurovision, kontes menyanyi antar negara Eropa. Untuk mewujudkan impiannya, Lars tidak sendirian, dengan Sigrit Ericksdottir (McAdams), tetangga dan sahabat masa kecilnya mereka kemudian membentuk grup musik Fire Saga.

Sejak itu keduanya terus mengasah kemampuan mereka untuk lebih dekat pada cita-cita yang dituju. Sayangnya, pilihan Lars itu membuat dirinya menjadi kekecewaan sang ayah (Pierce Brosnan) yang tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mengingatkan sang putra akan kegagalannya.

 

Sigrit sebenarnya menyimpan ketertarikan pada Lars dan keduanya nyaris berpacaran dalam beberapa kesempatan, namun Lars memutuskan bahwa romansa akan menghancurkan kesuksesan karier musik mereka, memilih tidak menanggapinya.

Fire Saga kemudian ikut serta dalam kualifikasi calon duta Islandia untuk ajang Eurovision di Skotlandia. Meski awalnya hanya sebagai pelengkap persyaratan kualifikasi negeri dan notabene penampilan mereka sejatinya lebih sering menjadi bahan tertawaan, sebuah situasi tak terduga, membuat Fire Saga menjadi satu-satunya pilihan duta Islandia yang tersisa untuk ajang kompetisi musik terbesar di seantero Eropa itu.

 

Mulai menapaki ajang Eurovision, duo Lars dan Sigrit berjumpa dengan para kontestan lain dari pelbagai Eropa, antara lain, vokalis wanita seksi Mita, duta Yunani dan kandidat favorit, biduan karismatik asal Rusia, Alexander Lemtov (Dan Stevens).di sinilah cobaan besar bagi Fire Saga mulai datang, saat Sigrit didekati secara intensif oleh Lemtov sementara kedekatan antara Lars dan Mita membuat Sigrit cemburu yang membuat keutuhan duet mereka sangat terancam.

Apakah dengan segala problematika ini mereka dapat tampil prima untuk memenangkan kompetisi ini? Ataukah mereka akan tenggelam dalam kegagalan seperti anggapan sang ayah selama ini?

Formula yang diusung Ferrell sendiri di Eurovision Song Contest: The Story of Fire Saga tidak terlalu terpaut jauh dari karakter yang biasa ia mainkan. Meski kali ini tidak menyertakan aspek terbaik di bidangnya, ia masih memerankan sosok kompeten dan punya sex appeal tinggi. Pun juga dengan patron kisahnya, ajang kompetisi skala besar yang dikemas untuk tujuan kocak dan agak berbau vulgar.

Ada beberapa kekurangan eksplisit dalam Eurovision Song Contest: The Story of Fire Saga, yakni beberapa poin ceritanya yang terbilang absurd dan detail kecil yang kurang ditindaklanjuti dengan cermat (seperti bagaimana komentator mengungkapkan keheranannya berkenaan Fire Saga menjadi duta Islandia, meski notabene sejatinya peristiwa yang melatarinya seharusnya adalah berita besar-red).

Terlepas dari semua kekurangannya, ada beberapa aspek yang membuat Eurovision Song Contest: The Story of Fire Saga masih terasa menghibur. Banyak tembang yang ditampilkan di sana bisa dinikmati, terutama tembang pamungkas milik Lars dan Sigrit. Penampilan para pemainnya pun, meski dari segi pemasangan karakternya sebenarnya terasa ganjil, namun bisa menghasilkan komposisi unik dan membuat peran yang mereka mainkan sulit digantikan.

Meski tidak seimpresif film-film tentang musik lainnya (seperti Yesterday, misalnya) atau pun bahkan film komedi profesi yang diperankan Will Ferrell sebelum-sebelumnya, Eurovision Song Contest: The Story of Fire Saga bukanlah film yang buruk. Dengan catatan, jangan terlalu menyimpan ekspektasi yang tinggi atau mengharapkan sesuatu yang tidak terduga. Komedinya cukup menggelitik dan tembang-tembangnya cukup asyik , penulis pribadi lumayan menyukai film ini, dan merasa film semacam ini yang justru dibutuhkan di tengah situasi pandemi Covid-19 ini.

Eurovision Song Contest: The Story of Fire Saga bisa disaksikan secara streaming di Netflix sejak 26 Juni 2020

Itulah tadi informasi mengenai Eurovision Song Contest: The Story of Fire Saga. Komedi Musik yang Lumayan Menghibur oleh - sukanonton.uno dan sekianlah artikel dari kami sukanonton.uno, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Post a Comment

0 Comments